Senin, 11 Mei 2026

My Biggest Dream

Mimpi ini sebetulnya udah aku bayangkan ketika masih duduk dibangku kuliah, sekitar tahun 2018. Ada waktu dimana aku ingin dunia berjalan seperti game harvestmoon. Tidak ada gengsi, hidup sederhana, semua tercukupi, semua saling membantu, tidak ada pengerusakan alam untuk kepentingan pribadi, hubungan antara manusia, alam, makhluk gaib sekalipun, dan Tuhan tetap harmonis.

Kemudian, tahun 2023 setelah lulus dan baru memulai pekerjaan pertama, aku menuliskan mimpi ini kembali namun secara tertulis, dan tahun 2026 ini aku membuat gambar digitalnya. hahaha, it's been 8 years. Anyway, aku sejenak berpikir.... "Huh.. kenapa imajinasi melulu, kapan terealisasinya ya?" Aku pun bingung, karena seluruh tabunganku sudah kuserahkan ke orang tua, sebagian udah digunakan untuk perbaikan mobil orang tua, kini aku memang harus memulai dari awal lagi. 

Senin, 06 April 2026

Enchanted To Meet You

There I was again tonight
Forcing laughter, faking smiles
Same old tired, lonely place
Walls of insincerity
Shifting eyes and vacancy
Vanished when I saw your face
All I can say is it was enchanting to meet you

Sabtu, 09 November 2024

It's not about a place


Tuhan, kini aku sadar. Pertama-tama bukan keindahan dunia ini yang paling aku inginkan, tetapi dengan siapa aku bisa selalu bersama membawa terang dan garam bagi banyak orang. Isilah hidupku dengan orang2 yang membuat kami terpacu untuk terus mengasihi. 

Minggu, 28 Juli 2024

Suster Pipin dan Romo Frans

Saat perayaan ekaristi tanggal 27 Juli 2024, aku melihat seorang suster yang mengingatkanku pada suster kepala sekolah TK-ku dulu. Parasnya sekilas mirip suter Pipin. Namun, suster Pipin sudah meninggal sejak lama. Suster Pipin dulu adalah seorang suster yang mengarahkan bakatku untuk bernyanyi. Aku yang masih duduk di kelas TK kecil, diikutkan untuk lomba menyayi tingkat kabupaten. Padahal sewaktu kecil, seingatku, aku tidak ada ketertarikan dalam dunia musik. Yang kuingat justru teman-temanku yang membuatku emosional namanya Ariel haha. Kenang-kenangan Suster Pipin satu-satunya adalah memori ketika dia tersenyum dan menghiburku ketika aku hendak menangis, serta sebuah boneka anjing kecil lucu bertopi kuning yang ia berikan untukku. Sungguh aku menyukai boneka itu dan hingga saat ini ketika aku melihat boneka itu, aku merasa senang karena bentuknya yang lucu. Suster, kini aku berumur 25 tahun. Terimakasih suster sudah berikan kenangan yang indah dan membantu menemukan bakatku. Semoga bakat ini selalu bertumbuh dan berguna demi kemuliaan Tuhan. 

Seusai perayaan ekaristi, ketika peserta paduan suara berfoto bersama, Romo Frans menyapaku dengan penuh senyuman dan berkata "ayo kapan mazmur lagi ini 😆". Benar-benar hari yang kebetulan mengingatkanku pada bakat yang telah diberikan Allah. Aku berkomitmen, untuk membagun studioku lagi dan membeli peredam suara bulan depan suapaya bisa bernyanyi lagi dengan lebih percaya diri.